Wisma Karya, Mesjid Agung, dan Benteng Pancasila

3 Bangunan yang terletak di pusat Kota Subang

Perkebunan Teh

Terdapat banyak perkebunan teh di daerah pegunungan, tepatnya di daerah selatan Kota Subang.

Perkebunan Karet

Subang juga tekenal sebagai kota penghasil karet,yang banyak ditemui di daerah selaan dan barat Kota Subang.

Pantai Patimban

Selain pegunungan subang juga memilki pantai yang potensial sebagai tempat wisata yang menarik yang ada di bagian utara Kota Subang.

Penangkaran Buaya Blanakan

Selain tempat wisata pantai, Subang juga memiliki tempat penangkaran buaya terbesar di Indonesia.

Minggu, 10 Juni 2012

Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu



Di Jawa Barat terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.
Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut.

Minggu, 22 April 2012

Arak-arakan Pawai Pembangunan Meriahkan HUT Subang ke-64


Arak-arakan pawai pembangunan 2012 diikuiti oleh seluruh dinas dan instansti Pemerintahan Kabupaten Subang. Konvoi ini memenuhi sepanjang ruas Jalan Otista Subang, Jawa Barat. Pawai tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Subang ke-64.

"Kegitan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Kota Subang ke-64," kegiatan tersebut berisi pawai alegori dan upaya pembangunan dalam rangka menyukseskan desa dan kelurahan mandiri gotong royong.

"Semua turut serta, ada dari dinas, instansi, kecamatan, kelurahan, dan RW se-Kabupaten Subang," tambahnya.

Dari pantauan di lapangan, arak-arakan pawai tersebut dimulai dari alun-alun Kabupaten Subang, kemudian berlanjut ke Jalan Otista, dan berakhir di Lapangan Dolog, tepatnya di kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang.

okezone.com/

E-KTP di Subang Terkendala Daya Listrik

Pelaksanaan program e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) di Kabupaten Subang terkendala daya listrik.
Sebab kebutuhan daya listrik untuk operasional peralatan e-KTP mencapai 3.000 watt. Sedangkan kebanyakan kantor kecamatan memiliki daya listrik sekitar 1.300 watt.
Kondisi tersebut membuat beberapa kecamatan harus terlebih dulu menambah daya listrik untuk melaksanakan program e-KTP.
Koordinator Camat Kabupaten Subang yang menjabat Camat Cipeundeuy Ade Mulyawadi, Kamis (19/4) membenarkan dengan adanya kendala yang dihadapi kecamatan untuk melaksanakan e-KTP. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus menunggu penambahan daya terlebih dulu.
"Jadi sekarang, para camat harus menambah daya listrik di kantor kecamatan. Padahal ada kantor kecamatan yang masih ngontrak, jadi harus memasang jaringan baru," katanya.
Dikatakan Ade, hal itu terjadi karena dengan adanya peralatan untuk operasional e-KTP itu, daya listrik kantor kecamatan harus 3.000 watt. Sedangkan kantor kecamatan yang ada kebanyakan daya listriknya 1.300 watt.
"Kami harus mengalokasikan biaya penambahan daya listrik ini, padahal tahun ini tidak masuk dalam anggaran.Biaya pemasangan baru dan tambah daya rata-rata Rp 3 juta," katanya.
Pendapat sama dikatakan Camat Dawuan, Solih. Dia mengungkapkan status kantornya masih kontrak, sehingga terpaksa memasang jaringan listrik baru.
"Kamis sudah mengajukan pemasangan baru, tapi masih belum terpasang. Jadi kami belum bisa melaksanakan program e-KTP, menunggu jaringan listrik terpasang dulu," katanya.
Mengenai kondisi tersebut diakui Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Subang, Ahmad Djumena.
Dia mengatakan kondisi tersebut berdampak pada terlambatnya pelaksanaan program e-KTP. Akibat kendala itu, pelaksanaan program e-KTP di seluruh kecamatan baru bisa terlaksana paling cepat minggu terakhir bulan ini.
"Hingga pertengahan April 2012 baru tiga kecamatan yang bisa melakukan pelayanan pembuatan e-KTP, yaitu Kecamatan Subang, Kalijati dan Cibogo," katanya.
Djumena juga menjelaskan pemerintah pusat tidak menyediakan dana untuk pengadaan dan penambahan daya listrik. Dengan demikian beban biaya pengadaan listrik diserahkan kepada pemkot/pemkab masing-masing daerah.
Biaya lain yang ditanggung daerah, yaitu honor operator dan biaya sosialisasi. "Jadi, biaya yang sudah dikeluarkan para camat untuk pengadaan listrik akan diganti pada APBD perubahan," katanya.(A-116/A-89)***

http://www.pikiran-rakyat.com/

Minggu, 15 April 2012

SMAN 3 Subang


VISI: SEKOLAH:

Menjadikan SMA Negeri 3 Subang sebagai sekolah terbaik di Kabupaten Subang pada tahun 2015

MISI SEKOLAH:
Menyelenggarakan Proses pembelajaran yang berintikan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Mahaesa.

Meningkatkan kualitas pembelajaran secara terus menerus yang mengarah pada pendidik profesional.

Mengupayakan sekolah sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, sikap, keterampilan dan pengalaman serta pembentukan karakter.

Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik menjadi lulusan yang cerdas dan kompetitif.

Meningkatkan tata kelila akuntabilitas dan citra sekolah serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sekolah.


info lebih jelas
http://sman3subang.sch.id

Sabtu, 10 Desember 2011

GERHANA BULAN:Longoklah Langit


Pada Sabtu (10/12) malam jangan lewatkan fenomena alam yang akan menghiasi cakrawala di penghujung tahun ini. Pada malam Minggu itu, masyarakat di seluruh Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan total yang akan berlangsung selama 51 menit 8 detik.
Kepala Observatorium Bosscha, Hakim L. Malasan mengatakan, fase gerhana bulan kali ini bisa disaksikan dengan mata telanjang mulai pukul 18.33 WIB-00.29 WIB. Puncak gerhana diprediksi berlangsung pada pukul 21.06 WIB-21.57 WIB.
“Berbeda dengan gerhana bulan total pada Juni lalu yang berlangsung selepas tengah malam, masyarakat bisa menikmati fenomena gerhana bulan total kali ini karena waktunya berlangsung sebelum jam tidur. Jadi, jangan lewatkan fenomena langka ini,” katanya saat dihubungi “PRLM”, Rabu (7/12).
Hakim menuturkan, gerhana bulan tersebut dapat disaksikan sekitar 22 derajat di arah utara. Saat mencapai puncak gerhana, bulan akan benar-benar tertutup dan akan tampak latar belakang bulan yang bernuansa kemerah-merahan akibat pembiasan cahaya matahari ketika menembus atmosfer bumi.
Pada gerhana bulan kali ini, bulan tidak melintasi pusat umbra (bayang-bayang) bumi sehingga durasinya lebih cepat dibandingkan dengan gerhana pada Juni lalu yang berlangsung selama 101 menit. Meski demikian, masyarakat memiliki kesempatan yang baik untuk menyaksikan gerhana bulan kali ini karena akan berlangsung sebelum tengah malam. (A-192/A-88)***

Sabtu, 03 Desember 2011

Rambutan Subang Geser Dominasi Buah Impor

Salah satu jenis buah lokal yang mampu bertahan atas serbuan buah impor adalah rambutan. Bahkan buah asli Indonesia ini mampu menggeser dominasi pasar buah impor di sejumlah sentra penjualan buah.
Salah satu sentra produksi buah rambutan berada di wilayah Kabupaten Subang. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan setempat 16 dari 30 kecamatan di Kab. Subang terdapat areal perkebunan rambutan.
Hanya saja areal terbesar perkebunan buah berbentuk bundar dengan bulu-bulu disekujur kulitnya itu hanya ada di tiga kecamatan yakni Purwadadi, Kalijati, dan Cipeundeuy. Setiap musim rambutan tiba, warna merah dari buah rambutan mendominasi wilayah tiga kecamatan itu.
Dari tiga kecamatan itu pula, buah rambutan menyebar ke pasar-pasar luar daerah, seperti Bekasi, Bandung, Majalengka, Indramayu, Cirebon, bahkan hingga ke Tegal dan Brebes Jawa Tengah. Selain dijual di pasar dan kios-kioas buah, rambutan kerap dijajakan dengan cara berkeliling kampung.

Kamis, 01 Desember 2011

Pelepasan Kontingen Kab. Subang Untuk POR PEMDA Jawa Barat

Subang, Pada dasarnya olahraga adalah sebagai upaya meningkatkan kecerdasan dalam mengolah kecerdasan lain yaitu mengolah gerak fisik. Maka para atlit yang terdiri para aparatur pemerintah Subang harus mampu menunjukkan prestasi. "Kita harus mampu membuktikan aparatur bukan hanya piawai dalam mengolah administrasi. Tapi juga mampu dalam mengolah fisik," kata Plt. Bupati Subang, Ojang Sohandi dalam sambutan pelepasan kontingen Pekan Olah Raga (POR) Pemda Provinsi Jawa Barat.
Se3lanjutnya kata Ojang, prestasi bukan tujuan utama tetapi silaturahim harus diutamakan. "Kalau mampu silahkan tunjukkan prestasi dengan baik. Namun bila tidak, lakukan semampunya. Yang utama ialah silaturahim," tambahnya.

Berita Terhangat

Loading...