Jumat, 18 Maret 2011

Desa Wisata Sari Bunihayu

Jln. Patinggi No. 1 Ds. Bunihayu Kec. Jalancagak Subang

Telepon /Fax : 0260-470580 / 0260-417174
Pengelola : H. Herman Mulyana MBA
Website/Blog : www.desawisata-saribunihayu.com

Mungkin berlibur di dalam kota sudah bukan barang baru, bahkan Anda sudah merasa bosan dengan suasana kota. Ada baiknya jika Anda menghabiskan waktu libur dengan mengunjungi objek wisata alam maupun suasana pedesaan. Salah satu objek wisata yang manawarkan suasana pedesaan, yakni Desa Wisata Sari Bunihayu di Kabupaten Subang.

Untuk mencapai ke desa wisata ini cukup mudah. Dari Kota Bandung, Anda bisa menggunakan kendaraan umum antarkota Bandung-Subang. Di sepanjang perjalanan Anda akan menikmati suasana pegunungan, mulai dari kawasan Lembang sampai pertigaan Gunung Tangkubanperahu. Setelah itu, suasana perkebunan teh akan menjadi pelengkap perjalanan Anda.


Setelah menemukan Jalan Cagak, tinggal belok ke kiri ke arah Subang yang dipenuhi dengan kebun nanas. Anda kemudian belok kiri setelah menemukan papan nama Desa Wisata Sari Bunihayu. Tidak kurang dari satu km, Anda akan menemukan kawasan desa yang bernuansa asri.

Sepintas, kawasan desa tersebut pantas disebut desa wisata. Selain suasana pedesaan yang masih dipertahankan, juga terlihat dari bentuk fisik bangunan rumah masyarakatnya yang masih mempertahankan suasana kampung Sunda. Selain itu, terdapat juga sejumlah guess house yang dibuat menyerupai bangunan di pedesaan, termasuk bale sawala, pendopo serta panggung hiburan.

Suasana alamnya pun masih terlihat asri. Di sebelah timur penuh dengan kebun awi, sebelah selatan berdiri bukit yang asri, sebelah timur melintas Sungai Cileuleuy, dan sebelah utara terhampar persawahan yang siap dijadikan arena wisata desa. Kesemua alam pedesaan ini membuat pikiran Anda jadi tenang dan tenteram.

Walaupun dikelola pihak swasta, namun ternyata objek wisata ini menjanjikan ketenangan suasana pedesaan. Desa Sari Bunihayu memang menjanjikan suasana tenang dan asri pedesaan. Sekalipun di lokasi tersebut sudah dibangun beberapa vila dan kolam renang, termasuk kolam pemancingan. Namun lokasi ini masih mempertahankan tradisi masyarakat Desa Bunihayu dalam mengolah hasil bumi.

Begitu Anda memasuki kawasan desa wisata ini, Anda akan dibageakeun musik tradisional toleat yang menjadi musik khas Kabupaten Subang. Selain itu, akan ditemani pula dengan satu gelas bandrek minuman penghangat serta beberapa gorengan dan penganan khas Subang.

Selain itu, Anda pun akan diajak untuk menyaksikan anak-anak Desa Sari Bunihayu belajar menari dan melihat berbagai kesenian tradisional lainnya. Oleh pengelolanya, anak-anak desa yang berlatih kesenian tradisional ini dijadikan atraksi wisata untuk menghibur wisatawan.



Menurut pengakuan pemilik Desa Wisata Sari Bunihayu, H. Herman Mulyana, didirikannya desa wisata tersebut estuning nyaah kasarakan Sunda (karena rasa cinta pada tanah air Sunda), yang saat ini banyak yang menjadi kompleks perumahan dan mal. Tidak hanya lingkungan pedesaan yang berubah, tetapi juga masalah budayanya yang tergerus budaya modern. Banyak masyarakat desa di Jabar yang meninggalkan budayanya dan memilih budaya modern sebagai bagian dari gaya hidup.

Di lokasi ini, pengunjung bukan hanya disuguhi atraksi kesenian tradisional dan hanya bisa melihat warga desa tengah menggarap sawahnya maupun kebun serta memperbaiki selokan yang rusak. Para pengunjung juga ditawari untuk bergabung dengan warga desa atau petani untuk menggarap sawah, mulai dari nandur, ngawuluku, ngabuat (membajak sawah, menanam padi, menuai padi sampai panen).

Rupanya proses kerja para petani dalam menggarap sawah dijadikan andalan desa wisata ini bagi para wisatawan. Selain menggarap sawah, juga tata cara berkebun dan memanen tanaman umbi-umbian (ketela pohon dan ubi jalar). “Maklum, biasanya para wisatawan banyak yang tidak mengetahui tata cara menanam padi, berkebun sampai memanennya,” ungkap H. Herman saat berbincang dengan “GM”, beberapa waktu lalu.

Selain tanaman padi, di objek wisata ini pun pengunjung bisa memetik buah-buahan segar langsung dari pohonnya. Pasalnya, di lokasi ini ditanami berbagai tanaman buah-buahan asli daerah Jawa Barat maupun buah-buahan asli dari daerah lainnya. Menurut Herman, hampir semua tanaman buah dari berbagai daerah Indonesia bisa tumbuh subur, salah satunya adalah tanaman buah matoa dari Irian (Papua). Tak hanya itu, salah satu tanaman langka, yakni buah samolo, juga tumbuh subur di sana. Sayang, kedua buah langka itu sedang tidak berbuah, hanya yang terlihat bunga-bunganya tengah mekar.

“Kedua tanaman ini memang tumbuh buahnya tidak mengenal musim. Sayang kedua pohon ini sudah dipanen oleh para wisatawan yang datang lebih awal,” kata H. Herman.Kita lewatkan saja kedua buah langka tersebut, Anda masih bisa memetik buah-buahan lainnya, seperti durian, lengkeng, rambutan rapiah, gandaria, pisang, nanas, dan jambu yang tengah berbuah. Buah-buahan tersebut sesudah dipetik bisa langsung dimakan di tempat atau dibawa pulang sekadar untuk oleh-oleh. Tentunya mesti ditimbang dulu warga desa yang bertindak sebagai penjaga kebun. Selain buah-buahan, Anda juga bisa menikmati makanan khas ala pedesaan, seperti ubi rebus, singkong, jagung bakar maupun ikan bakar yang memang banyak tersedia di sana.

Jika belum puas, Anda bisa merebus ubi, singkong atau membakar ikan dan jagung sendiri (self service), tergantung selera. Hal itu memang sengaja diberikan pengelola untuk kepuasan para pengunjung. Bahkan pengelola pun menyuguhkan berbagai atraksi kesenian tradisi Kabupaten Subang maupun kabupaten lainnya di Jabar.

Unik memang. Pasalnya, seluruh masyarakat Desa Sari Bunihayu dilibatkan sebagai menjaga kebun sekaligus sebagai guide. Tak heran jika berlibur di sana, Anda sudah termasuk masyarakat desa dengan segudang aktivitasnya. Mengenai penginapan, Anda tidak perlu bingung karena pengelola telah menyiapkan sejumlah vila maupun bungalo dengan tarif bervariatif.

Tetapi alangkah disayangkan, pengunjung tidak bisa menginap di rumah-rumah milik warga setempat. Padahal, kalau pengunjung diberi kesempatan tidur di rumah warga, dipastikan ada seperti ikatan batin antara pengunjung dengan warga. Jika tertarik, Anda bisa mengunjungi Desa Wisata Sari Bunihayu setiap akhir pekan.



Ririmbunan pepohonan dan hijaunya duan teh serta kuningnya buah nanas sudah menanti Anda. Tak hanya itu, deretan tukang ojek pun siap meramaikan kedatangan Anda sekeluarga. Tetapi yang pasti, Anda jangan senang dulu. Pasalnya, dibutuhkan stamina dan dana cukup untuk bisa berlibur di Desa Wisata Bunihayu. Karena keterlibatan Anda dan keluarga bersama warga sekitar dibutuhkan stamina yang cukup. Sedangkan untuk masalah dana, harus dipersiapkan jika Anda ingin membawa oleh-oleh khas dari Desa Bunihayu.

Fasilitas :
• 11 Villa dengan harga sekitar Rp.300.000 – Rp. 1.100.000
• Rumah Makan
• Ruangan Rapat
• Kolam Ikan ukuran (10 m x 20 m) 1 buah
• Kolam Renang ukuran (8 m x 16 m) 1 buah
• Mushola
• Tempat Rekreasi Anak
• Kamar Mandi kapasitas 10 kamar
• Tempat Parkir kapasitas 40 mobil
• Play Ground
• Taman Buah (Buah Durian)
• Tempat Suvenir
• Outbond Land

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berita Terhangat

Loading...