Wisma Karya, Mesjid Agung, dan Benteng Pancasila

3 Bangunan yang terletak di pusat Kota Subang

Perkebunan Teh

Terdapat banyak perkebunan teh di daerah pegunungan, tepatnya di daerah selatan Kota Subang.

Perkebunan Karet

Subang juga tekenal sebagai kota penghasil karet,yang banyak ditemui di daerah selaan dan barat Kota Subang.

Pantai Patimban

Selain pegunungan subang juga memilki pantai yang potensial sebagai tempat wisata yang menarik yang ada di bagian utara Kota Subang.

Penangkaran Buaya Blanakan

Selain tempat wisata pantai, Subang juga memiliki tempat penangkaran buaya terbesar di Indonesia.

Rabu, 30 November 2011

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Jln. Mayjen Sutoyo No. 50 Subang
(0260) 411424

Sejarah

(1) Undang- undang RI No. 23 Tahun 2006 tentang administrasi Kependudukan. (2) PP RI No. 37 tahun 2007 tentang Pelaksanaan UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. (3) Peraturan Presiden RI No. 25/ 2008 tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan catatan sipil; (4) Perda Kab. Subang No. 9 Tahun 2002 tentang Retribusi Penggantian biaya cetak KTP dan Akta Catatan Sipil; (5) Peraturan Bupati Subang No.14C. 15 tahun 2008 tentang Tupoksi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Subang; (6) Peraturan Bupati subang No. 14 G.28 tahun 2008 tentang Tupoksi Unit Pelaksana Teknis Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.Subang; (7) Peraturan Bupati subang no. 1 tahun 2009 tentang penerbitan KK dan KTP.

Dinas Kelautan dan Perikanan




Jln. A. Nata Sukarya No. 28 Subang 41211
(0260) 4113251 / 421910

Sejarah

(a) Tahun 1970 s/d 1975 : (-) Jawatan Perikanan Laut; (-) Jawatan Perikanan Darat.
(b) Tahun 1975 s/d 2001 : (-) Dinas Perikanan Kabupaten DT. II Subang
(c) Tahun 2000 s/d September 2002 : (-) Perda Kab. Subang No. 26 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang.
(d) Tahun Oktober 2002 s/d sekarang : (-) Perda Kab. Subang No. 14 Tahun 2002 Tentang Perubahan Kedua Peraturan Daerah Kabupaten Subang.

Selasa, 29 November 2011

Software

Disini ada sedikit kumpulan beberapa software unik yang mungkin and suka...


LAN Mesengger

 

Senin, 28 November 2011

Daftar Alamat Kepolisian dan No. Telepon



Mapolda Jabar
Jl. Soekarno - Hatta No. 748 Bandung 40613 Jawa Barat
(022) 7800166, 7805123

Polres Subang
Jl. Mayjen Sutoyo No.29 Subang
(0260) 411207, SPK 411209

Polsek Subang
Jl.Raya Darmo Diharjo No.166, Subang
(0260) 411320

Polsek Cibogo
Jl.Raya Dukuh No.01 Cibogo
(0260) 411575

Polsek Kalijati
Jl.Raya Kalijati Subang
(0260) 461110

Rumah Sakit Lanud Suryadharma

Rumah Sakit (Rumkit) Pangkalan TNI AU (Lanud) Suryadarma, Subang merupakan Rumah Sakit militer Tingkat IV satu-satunya yang ada di Kabupaten Subang. Rumkit Lanud Suryadarma merupakan Rumkit operasional di bawah pembinaan dari DinasKesehatan TNI AU (Diskesau). Oleh karena itu berbagai program kerja, kebutuhan personel, alat kesehatan, obat-obatan dan lain-lainnya pemenuhannya berada di bawah Diskesau juga Lanud Suryadarma.
Rumkit Lanud Suryadarma letaknya ada di kompleks Rajawali Lanud Suryadarma bertugas memberikan dukungan kesehatan bagi kegiatan-kegiatan satuan yang ada di LanudSuryadarma seperti dukungan penerbangan di Skadron Udara 7, melaksanakan tes seleksicalon prajurit tiap tahunnya juga memberikan pelayanan kesehatan bagi prajurit TNI AU, PNS beserta keluarganya serta masyarakat umum yang ada di Kalijati dan sekitarnya. Beberapa prestasi Rumkit Lanud Suryadarma antara lain melakukan bakti sosial pengobatan massal secara insidentil bekerja sama dengan instansi terkait, pengobatan terhadap karyawan pabrik di Purwadadi yang keracunan dan lainnya.
Di samping itu Rumkit Lanud Suryadarma tetap melaksanakan pelayanan kesehatan rutin bahkan sejak lima tahun terakhir bekerjasama dengan instansi terkait di Kabupaten Subang seperti Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana, Komando Daerah Militer (Kodim) 0605, Kepolisian Resor Subang untuk pemasangan alat KB jenis MOW (Metode Operasi Wanita) dan MOP (Metode Operasi Pria). Alat KB permanen tersebut menjadi solusi bagi warga Subang khususnya masyarakat yang kurang mampu untuk membatasi kelahiran anak dalam keluarganya.

Rumah Sakit PTPN Subang

Layanan
Agrowisata PTPN VIII
Sebagai perusahaan yang dituntut untukmenghasilkan profit, PT Perkebunan Nusantara VIII tidak hanya mengandalkan berbagai komoditi sebagai core business-nya.
Di luar itu, manajemen perusahaan berupaya mengembangkan potensi agrowisata yang ada di setiap unit kebun. Apalagi hampir keseluruhan wilayahnya berada di tanah pegunungan Jawa Barat yang memiliki keindahan eksotik sebagai tempat wisata.
Ada beberapa tempat wisata di PT Perkebunan Nusantara VIII yang sudah cukup dikenal, baik oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.
PTPN VIII memiliki satu unit rumah sakit yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, sebagia rumah sakit rujukan untuk daerah Subang dan sekitarnya. Rumah sakit ini memberikan pelayanan kesehatan, tidak hanya bagi karyawan PTPN VIII tapi bagi masyarakat umum. Dilengkapi dengan peralatan medis dan pelayanan yang berkualitas, serta tenaga-tenaga medis yang memiliki keahlian.

Kesenian Doger Kontrak

Doger Kontrak merupakan kesenian rakyat Subang yang sudah mulai tumbuh kembang sebelum perang kemerdekaan (1945), bermula pada saat perusahan perkebunan The P&T Lands yang saat itu dikuasai oleh pemerintahan Belanda mengijinkan pertunjukan doger di kontrak-kontrak perkebunan yang ada di daerah Subang sebagai balas budi para buruh dan hiburan. Sebelumnya para buruh perkebunan tidak diperbolehkan atau tidak diijinkan berhubungan dengan kehidupan luar.
Doger kontrak mempunyai perbedaan dengan doger pada umumnya, pada doger kontrak ada perpaduan antara tradisi (Ketuk Tilu) dan Tari Keurseus.


 http://www.subang.go.id/detail_seni_budaya.php?recordID=8

Mapag Dewi Sri

Mapag Sri adalah salah satu adat/budaya masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.
Mapag Sri apabila ditilik dari bahasa Jawa halus mengandung arti menjemput padi. Dalam bahasa Jawa halus, mapag berarti menjemput, sedangkan sri dimaksudkan sebagai padi. Maksud dari menjemput padi adalah panen
Mapag Sri dilaksanakan dengan maksud sebagai ungkapan rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Mahaesa karena panen yang diharapkan telah tiba dengan hasil yang memuaskan.
Mapag Sri dilaksanakan menjelang musim panen. Meskipun panen ini berlangsung setiap tahun, Mapag Sri tidak selalu dilaksanakan setiap tahunnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan upacara ini tidak bisa selalu dilaksanakan seperti faktor keamanan, dan faktor buruknya hasil panen sehingga upacara ini tidak dapat dilaksanakan.
Sebelum melaksanakan upacara, kepala desa mengadakan musyawarah/rempugan dengan sesepuh desa atau pemuka masyarakat. Maksud rempugan tersebut untuk menentukan hari dan dana yang diperlukan untuk upacara. Usai musyawarah, para pamong desa melakukan pengecekan ke sawah-sawah. Bila benar padi telah menguning, segera mengadakan pungutan dana secara gotong-royong. Besarnya pungutan bergantung kemampuan masyarakat.
Kelau melihat dari urut-urutan upacara dalam lingkaran pertanian, upacara awal adalah upacara Sedekah Bumi, kemudian upacara Baritan, dan terakhir upacara Mapag Sri. Panitia untuk upacara Mapag Sri biasanya dibentuk pada saat pembubaran panitian upacara Baritan. Bisa juga panitian Upacara Baritan dikukuhkan kembali untuk menjadi panitian upacara Mapag Sri.

http://id.wikipedia.org/wiki/Mapag_Sri

Budaya Ruwatan Bumi

Ruwatan bumi adalah salah satu upacara adat masyarakat agraris yang sampai saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat Subang, tepatnya di kampung Banceuy Wangunharja. Ruwatan berasal dari kata rawat atau merawa artinya mengumpulkan atau merawat yaitu mengumpulkan seluruh masyarakat kampung serta mengumpulkan semua hasil bumi, baik yang masih mentah maupun yang sudah diolah.
Upacara Ruwatan Bumi ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan YME atas keberhasilan hasil panen pertanian dan sebagai tolak bala serta ungkapan penghormatan terhadap nenek moyang mereka yang telah berjasa meningkatkann taraf hidup di kampung Banceuy tersebut. Di kampung Banceuy ini acara Ruwatan Bumi telah dilaksanakan semenjak tahun 1800 masehi
.

Minggu, 27 November 2011

Rumah Sakit Indosehat

Jalan Raya Cipeundeuy KM. 28, Cipeundeuy
Subang, Jawa Barat
41272
 
 

Selasa, 22 November 2011

Mau Melamar Kerja, Malah Diperkosa

SUBANG, (PRLM).-Seorang recidivis yang berkeliaran di sekitar pabrik garmen ditangkap petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Cikaum, Senin (21/11). Dia dituduh telah memperkosa gadis yang hendak melamar kerja di pabrik tersebut.
Residivis itu adalah AAG (37), warga Kampung Cipedes Desa Pasirmuncang Kec. Cikaum. Sedangkan korbannya adalah Melati (bukan nama sebenarnya, 16 tahun), warga Desa Gandasari Kec. Cikaum Kab. Subang..
Menurut keterangan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Subang, Ajun Komisaris Besar M. Awal Chairudin melalui Kapolsek Cikaum, Ajun Komisaris Prabowo, peristiwa pemerkosaan itu terjadi tiga pekan silam. Waktu itu, korban hendak melamar pekerjaan di sebuah perusahaan garmen yang terletak di Jln. Raya Purwadadi-Kalijati.
Ketika korban akan memasuki pintu gerbang pabrik langkahnya dicegat tersangka. "AAG mengatakan kalau manajemen pabrik itu tidak bisa menerima tamu karena sedang ada pemeriksaan," kata Kapolsek Prabowo.
Selanjutnya, tersangka membawa korban ke sebuah rumah kost yang ada di sekitar pabrik. Di tempat itulah, tersangka mencoba merayu korban yang masih di bawah umur tersebut.
Namun rayuan tersangka tak membuat korban terbuai. Karena tak kuat menahan hasrat seksualnya, tersangka akhirnya memperkosa korban.
Setelah berhasil menggagahi korban, tersangka menyuruh korban pulang sambil mengatakan lamaran kerja korban akan diurus oleh dia.
Namun sesampinya di rumah, korban yang tidak terima kehormatannya telah direnggut paksa, melaporkan kejadian itu pada orang tuanya. Selanjutnya orang tua korban melaporkan peristiwa itu ke markas kepolisian setempat dan korban segera divisum di RSUD Ciereng, Subang.
Setelah dicari selama tiga pekan, tersangka akhirnya dapat dibekuk di Desa Tumaritis Kec. Purwadadi. Kepada penyidik yang memeriksanya, tersangka mengakui perbuatan bejadnya itu.
Kini dia harus meringkuk di balik jeruji besi ruang tahanan mapolres guna menjalani proses hukum selanjutnya. "Saat diperiksa tersangka diketahui pernah tersandung masalah hukum. Bahkan dia sempat dibina di Lembaga Pemasyarakatan," kata Kapolsek. (A-106/A-89)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/166360

Berita Terhangat

Loading...