Jumat, 18 Februari 2011

1.300 Pelanggan PLN di Subang Terancam Diputus



SUBANG,(PRLM).- Jaringan listrik yang dialirkan ke 1.300 pelanggan PT PLN unit pelayanan dan jaringan (UPJ) Subang terancam diputus total. Pasalnya para pelanggan tersebut masih mempunyai tunggakan pembayaran. "Sesuai dengan aturan yang berlaku, pembayaran rekening listrik harus tepat waktu. Jika terlambat sehari, akan dilakukan pemutusan hingga pelanggan tersebut melunasinya,” ujar Manajer PLN UPJ Subang, Nurachim Basri, seusai melakukan sosialisasi pergantian KWH lama ke KWH Gaul, di Aula Kelurahan Sukamelang, Subang, Jumat (18/2).

Menurut dia, tunggakan pembayaran listrik di wilayah kerjanya telah mencapai Rp 2,05 miliar per bulan Januari lalu. Jika sanksi pemutusan sambungan tidak diberlakukan, pihaknya khawatir tunggakan bakal terus membengkak.

Oleh karena itu, pihaknya kini hanya memberikan tenggang waktu sehari sebelum petugas datang ke rumah pelanggan yang mempunyai tunggakan. Jika petugas datang, dan pelanggan tesebut masih belum membayar rekning listriknya maka sambungan akan langsung diputus.

Dikatakan langkah tersebut terpaksa ditempuh untuk memberikan efek jera terhadap pelanggan nakal. Selain itu agar terget pencapaian pemasukan PLN tercapai.

Dalam kesempatan tersebut Nurrachim menyarankan kepada para pelanggan yang sibuk dan tidak punya waktu untuk membayar listrik, agar mengganti sitem pembayaran dengan cara prabayar. Pelanggan yang berminat mengganti system pembayaran tidak akan ditarik biaya alias gratis. Selanjutnya, mereka cukup membeli pulsa lisrtik awal Rp 20 ribu ditambah materai 2 lembar," kata Nurachim.

Disebutkan juga, pihaknya merasa optimistis target peralihan penggunaan KWH meter manual ke elektrik hingga Maret mendatang mencapai 6.000 unit. Selain itu, penggunaan KWH elektrik bakal lebih meningkat dari para pelanggan baru. (A-106/A-88)***

http://www.pikiran-rakyat.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar