Senin, 28 Februari 2011

Petani Tambak Subang Temukan Sistem Budidaya Udang Vaname yang Menguntungkan

SUBANG, (PRLM).- Salah seorang petani tambak asal Kec. Desa Mandalawangi, Kec. Sukasari, Kab. Subang, Mimin Hermawan, berhasil menemukan cara baru dalam membudidayakan udang vaname. Dengan cara teresebut, Mimin mengaku mampu meraup untung ratusan juta dalam satu kali panen. Dia menutup area tambaknya dengan plastik mulsa (plastik tipis untuk menanam cabe-Red), sehingga udang yang dibudidayakannya terbebas dari serangan bakteri dan bisa tumbuh dengan pesat.

"Guna menutup area tambak seluas satu hektare dibutuhkan biaya Rp 12 juta untuk membeli plastik mulsa. Kita bisa juga memakai plastik yang lebih tebal yaitu plastik HD PE namun biayanya sangat mahal mencapai Rp 100 juta," ujar Mimin, ketika memanen udang vaname di areal tambak miliknya di Dusun Siwalan, Desa Patimban, Kecamatan Pusakanegara, Minggu (27/2).

Dikatakan juga, dari setiap satu hektare tambak dihasilkan sedikitnya 7 - 8 ton udang vaname. Sementara, budidaya dengan cara tradisional paling bagus petani hanya bisa memanen udang sekira 3 hingga 4 ton per hektare.

Disebutkan, saat ini harga udang vaname dengan size 20 (20 ekor udang per satu kg-Red) Rp 90 ribu rupiah/kg. Sedangkan biaya budidaya selama 170 hari dari mual pembelian bibit hingga pemeliharaan hanya dibutuhkan dana berkisar Rp 30 ribu/kg.

Artinya, dalam satu kali panen Mimin bisa meraup untung Rp 600 juta dari satu hektare tambak udang miliknya. Padahal, saat ini dia memilik 21,6 hektare tambak yang semuanya ditanami udang vaname. "Semuanya menggunakan sistem plastik mulsa dan hasilnya cukup menggembirakan," kata dia.

Dikatakan, dengan keberhasilan itu, banyak petani tambak dari luar daerah seperti Semarang, Surabaya, bahkan Klimantan datang ke Patimban untuk belajar budidaya udang vaname dari dirinya. "Pangsa pasar udang yang berasal dari Hawai ini sangat terbuka lebar. Harganya pun sangat stabil," kata Mimin.

Dalam kesempatan tersebut, Mimin mengatakan, dirinya membuka pintu lebar-lebar bagi para petani tambak yang ingin belajar sistem mulsa tersebut. Saya akan berikan ilmunya. Hingga saat ini banyak yang berhasil menggunakan cara ini," kata Mimin. (A-106/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berita Terhangat

Loading...