Senin, 04 April 2011

Perjalanan Spiritual Iwan Fals di Subang

Ribuan fans Iwan Fals menghadiri acara Xtraligi di lapangan Bola Dolog Subang yang tergabung dalam Orang Indonesia (OI).  Bukan hanya dari Subang saja tetapi dari daerah lainnya pun hadir untuk menyaksikan idola mereka. Pada penampilan petamanya, Iwan langsung menggebrak dengan lagu hitsnya, Doa Pengobral Dosa, Tanam, Zigzag, dan Kota serta lagu lainnya dengan iringan gurp musik Ki Ageng Ganjur pimpinan Zastrouw.

Ada yang berbeda dalam aksi malam itu, Iwan Fals didampingi dengan Dr. Zostrouw, mantan ajudan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alm. Di sela-sela konser tersebut, Zastrouw tampil menyampaikan pesan-pesan moral religi melalui monolog.

"Pelacuran di mana-mana dilarang agama. Tetapi kalau kesejahteraan rakyat sulit, maka sulit mencegahnya. Jadi kalau mau mencegah pelacuran, sejahterakan rakyat," ujar Zastrouw usai lagu Doa Pengobral Dosa,

Iwan Fals saat pentas di konser tersebut mengenakan baju kampret hitam atas pemberian wakil Bupati Subang Ojang Sohandi.  Menurut Iwan, Wakil Bupati terlihat dan terbukti dia menyintai budaya khas Sunda karena saat berdialog dengannya, Ojang mengenakan pakaian serba hitam (kampret) menandakan orang Sunda.

Meskipun lapangan dipadati ribuan OI, konser bertajuk Perjalanan Spirtual Iwan Fals tersebut berjalan tertib. Di akhir acara, konser ditutup dengan salawat oleh semua crew dan panitia pelaksana. Salawat juga dikumandangkan sebelum konser dibuka. Ribuan OI pun yang semula memanggil nama idolanya tersebut langsung larut saat grup Ki Ageng Ganjur membawakan salawat.

Kehadiran Iwan bersama grup Ki Ageng Ganjur merupakan rangkaian acara Extralkigi atau perjalanan spirutal Iwan Fals ke-99 pesantren. Selain diisi dengan konser nada dan dakwah, juga sebelum konser digelar (3/4) pada malam hari Iwan dan rombongan serta panitia mengadakan ziarah ke makam tokoh penyebar agama Islam di Subang yang lebih dikenal pemakamanya yaitu Makam Mbah Dongdo.

Setelah itu berlanjut dengan dialog budaya, penanaman 1.000 pohon mahoni yang ditanam di sekitar areal Pondok Pesantren Miftahul`ulum, pimpinan Kh. Abdul Manaf. (*)

Alam Rantjatan


http://www.kabarindonesia.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar